Senin, 07 September 2009

GEMPA MELAHAP JAWA

Disadari atau tidak bangsa Indonesia banyak memiliki dosa. Diantaranya berkembangnya terorisme di negeri ini membuat Allah murka kepada orang yang berkeinginan jihad tetapi salah langkah. Seharusnya dengan adanya gempa membuat orang sadar khususnya teroris. Meskipun Noordin M. Top belum tertangkap tetapi oknum ini juga belum tertangkap. Wahai kaum Radikalisme sebaiknya hentikan perbuatanmu di muka bumi yang suci ini.Gempa di Jawa yang menewaskan beberapa korban membuktikan kekuasaan Allah untuk mengingatkan kita kepada kaum muslim untuk selalu berbuat baik kepada sesama muslim bukan melukai. Otak teroris merupakan otak kambing otak yang lemah. Mungkin boleh saja teroris memusuhi bangsa barat tetapi selama ini bangsa kita yang banyak terkena oleh bom bunuh diri. Apakah kita tidak malu atas peringatan yang sudah ditimpakan kepada kita? Apakah kita tidak sadar bahwa langkahmu membuat marah kepada TuhanMu sendiri? Atau teroris mempunyai tuhan sendiri sehingga bebas berjihad tanpa aturan.
Jihad adalah berkorban demi agama, tapi banyak orang menafsirkan jihad harus dengan perang. Padahal tidak seperti itu. Seperti bom bunuh diri ini juga salah. Tengoklah dan lihatlah siapakah orang yang telah kamu lukai wahai para teroris. Orang yang tidak bersalah lebih-lebih jika orang itu bekerja demi kelangsungan hidupmu. Orang hidup itu perlu bersaudara tetapi perpecahan sangat dilarang. Allah sangat membenci orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi setelah Allah memeliharanya. Maka semua umat muslim di seluruh dunia mari kita ciptakan persaudaraan diantara kita. Jihad tidak selamanya bisa membawa ke surga tetapi keputusan ada di tangan Allah. Jihad selain perang diantaranya menimba ilmu, bersifat kreatif dan inovatif demi kebaikan zaman juga jihad, membantu orang yang lemah, dan menegakkan keadilan ini juga jihad. Maka berhati-hatilah dalam mengartikan jihad yang sebenarnya.